Minggu, 12 Februari 2017

KESEMPURNAAN CINTA

kesempurnaan cinta


Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, kita bisa bebas bermain tanpa harus banyak memikirkan apapun, hidup bebas, tanpa beban, setiap hari selalu bermain dan bermain.
Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman pribadi saya sebelum bercerita jauh saya akan mengenalkan diri saya terlebih dahulu,nama saya Dinda Anjani biasa di panggil dinda saya seorang siswi kelas Xll di salah satu sekolah menengah atas(SMA) di rokan hilir provinsi riau.baiklah langsung saja saya akan menceritakan pengalaman saya semoga ini bisa menginspirasi serta menghibur..
KESEMPURNAAN CINTA
                Cerita ini di mulai dari seseorang yang sangat aku sayangi namanya adalah Van.Dia adalah Sesosok pria yang benar-benar membuat aku kagum,namun kebersamaan itu lenyap dan bersifat sementara.
                Aku mulai mengenalnya ketika aku duduk di bangku sekolah menengah atas  waktu itu aku sudah menginjak kelas Xl.ia adalah anak yang baik dan yang membuatku tambah kagum ia bersuku jawa .Setelah hari demi hari minggu demi minggu melakukan pendekatan akhirnya pan mengungkapkan isi perasaannya  kepadaku ,menurutku ia pria yang berani dan cukup romantis,karna ia mengungkapkannya dengan sebatang cokelat dan selembar tisu ,waktu itu  ia mengatakan”Aku tidak tahu harus memulainya darimana,yang pasti aku sayang sama kamu dan aku ingi kamu menjadi pacarku”perasaanku  senang bercampur aduk haru yang menyelimuti  perasaanku,pada waktu itu aku cukup bingung dan jujur aku juga mempunyai perasaan yang sama kepadanya.
                Setelah cerita itu berlalu kami pun menjalin sebuah hubungan yang cukup harmonis ,dan hubungan itu bertahan selam 8 bulan,seperti  jalannya cerita cinta orang dewasa dan dalam cerita indah itu banyak konflik-konflik yang kami hadapi bersama dan banyak juga kenangan yang kami ukir bersama,namun tidak satupun cerita cinta yang terlewatkan,Hingga suatu hari sebuah problem yang dalam bahasa inggrisnya datang menghapiri  hubungan kami .pada saat itu ia sudah menginjak kelas Xll tepatnya semester 2 yang mana sebentar lagi ia akan menghadapi ujian-ujian dan setelahnya ia akan melanjutkan studinya keluar daerah.
                Mendengar hal itu aku pun hanya bisa terdiam dan berfikir sambil hatiku berkata”apakah hubungan ini akan berakhir atau justru sebaliknya(akan bertahan dengan jarak yang memisahkan) namun bagaiman pun juga aku harus kuat untuk menghadapinya ,satu hal yang harus aku lakukan saat ini yaitu menyemangatinya  dalam belajar agar ia bisa dengan mudah menghadapi ujian-ujian  dan akupun tidak pernah lupa untuk selalu mendoakannya.
                Setelah ujian menghampirinya akupun terus terus dan terus menyemangatinya  hingga ujian berakhir,suatu ahri saat yang di tunggu-tunggupun hadir yaitu waktu dimana ia melihat hasil ujiannya,dan tidak lama kemudian setelah itu hpku pun berdering dan ketika aku melihatnya tenyata itu adalah dia sang pujaan hati akupun mengangkat telepon itu dan ia pun memberi tahu kepadaku bahwa ia telah mendapat nilai yang cukup bagus yaitu 98,aku mengucapkan selamat kepadanaya dan ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepadaku atas support & semangat yang aku beriakan.
                Namu setelah beberapa minggu berlalu aku pun kambali di hampiri rasa takut karna sebentar lagi  ia akan melanjutkan studinya ke luar daerah.dan rasa takut yang menghampiriku pun tiba dimana ia mulai melanjutkan studinya aku pun menangis dan tidak bisa memaksakan kehendakku untuk ia tidak kuliah diluar daerah.tpi aku juga tidak ingin jika suatu hari nanti orang yang aku sayang harus menjadi orang yang keruang beruntung.
                Suatu malam aku menyempatkan untuk bertemu dan membicarakan tentang bagaimana hubungan kami kedepannya,tidak lama aku menunggu iapun datang dengan wajah yang sedikit  lesu.dan tanpa basa basi akupun menanyakan langsung tentang hal itu iapun menjawab”jika kamu menghalangi aku untuk mencapai cita-citaku lebih baik kita ending saja” dengan sedikit rasa cemas akupun berusaha menyampaikan apa yang aku maksud, tapi dengan sedikit rasa kecewa  ia pun tidak bisa memahami apa yang aku katakan hingga tanpa berfikir panjang ia pun mengatakan dimana kata itu sangat tidak aku inginkan ,ia mengatakan”lebih baik kita cari jalan sendiri-sendiri” tanpa mengatakan sepatah katapun, langsung menuju ke tempat parkir motorku  dan aku pun menangis .Sesampainya di rumah aku berdoa “jika memang hubungan ini akan membuatku  merasa lebih buruk,maka akhirilah yaa allah aku iklas” dan setelah beberapa hari berlalu akupun sudah menjadi lebih baik dan aku juga berharap cerita-cerita indah seperti ini akan terulang kembali  meski harus dengan orang yang berbeda.
TAMAT

Jumat, 10 Februari 2017

guru idola


Setelah ujian semester genap berakhir,semua siswa dan siswi mulai masuk ke sekolah seperti biasanya. Termasuk kepada murid baru yang baru masuk sekolah
 
Pada hari pertama maya  masuk sekolah di SMANSA KUBA (sma negeri satu kubu babussalam)ia sangat berbahagia pada hari itu karna dia bisa melanjutkan sekolahnya untuk menggapai cita-citanya menjadi guru.dia selalu bersemangat dalam menghadapi setiap pelajaran. Satu hal yang di senangi pada pelajaran hari itu adalah pelajaran ekonomi yang dipegang oleh ibu ocha. Mulai pada hari itu dia sangat tertarik kepada ibu ocha maupun pelajaran yang ia ajarkan,ia pun berniat untuk menjadi guru dalam jurusan ekonomi seperti yang di pegang oleh ibu ocha.
 
Ulangan tengah semester telah berakhir,perlombaan berupa kelas meeting mulai dipersiapkan oleh para OSIS. Hampir semua perlombaan mayaa ikut berpartisipasi di dalamnya,ia sangat bersenang-senang dalam perlombaan tersebut. Hampir seminggu kegiataan pelaksanaan kelas meeting barulah pembagian hadiah untuk tiap kelas yang menang dalam perlombaan dan diikuti oleh pembagian rapot untuk para murid SMANSA KUBA.
 
Setelah libur kenaikan kelas, seluruh siswa mulai turun kembali kesekolah seperti biasanya.maya yang baru naik ke kelas XI sangat berbahagia pada saat itu,karna dia bisa berjumpa dengan teman-temannya kembali. Ketika bunyi bel berbunyi teng…teng..teengg. menandakan jam istirahat!!
Nina dan teman-temannya ingin pergi ke kantin,baru saja ia keluar kelas. Tiba-tiba terdengar suara panggilan kepada maya dan pangilan kepada siswa yang lain oleh Guru di kantor,dia pun segera pergi ke kantor untuk memastikan kenapa dia dipanggil. Setelah sampai ke kantor, ia dipangil oleh Ibu Ilmiah untuk berkumpul dengan siswa lainnya,disitu ia dan siswa lainnya dibagi beberapa kelompok oleh ibu Ilmiah untuk mengikuti lomba DEBAT BAHASA INGGRIS  yang akan dilaksanakan di lapangan pada hari senin depan. Ketika mayaa mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Ilmiah,ia sangat kaget karna sebelumnya dia belum pernah mengikuti lomba debat dan dia pun mungkin tidak bisa mengikutinya dengan alasan karna  pada senin depan ia akan pergi mengantar ibunya yang akan berangkat naik haji. maya pun berkata kepada Ibu Ilmiah” tidak bisa mengikuti lomba tersebut dan ia ingin digantikan oleh orang lain saja”ibu Ilmiah yang mendengar perkataan maya pun langsung bebicara secara kasar kepada maya ”apakah kamu tidak ingin membanggakan sekolahmu may”, karena rasa takut maya pada waktu itu akhirnya ia tidak bisa menjelaskan mengapa ia tidak bisa mengikuti lomba tersebut. Hal ini terdengar oleh bapak Daud yang berada di dalam ruangan kantor, Bpk Daud pun keluar dari dalam kantor dan bertanya kepada ibu Ilmiah “ada apa ini bu,kok ribut-ribut” ibu Ilmiah menjawab “ini pak maya tidak ingin mengikuti lomba,padahal sekolah telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengikuti lomba tersebut “ bpk Daud yang mendengar hal itu pun juga ikut marah kepada Maya,tanpa berpikir panjang bpk Daud langsung mengusir Maya dari kantor dan menyuruh ibu Ilmiah untk mencari penggantinya. maya yang waktu itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi hanya bisa langsung pergi menuju kelasnya dengan perasaan yang sangat sedih karna ia tidak bisa menjelaskan kenapa dia tidak bisa mengikuti lomba tersebut dan ditambah lagi guru yang di idolakannya sangat marah padanya.